Selama bulan Ramadhan di insan Cendekia, diadakan rangkaian acara untuk mengisi kekosongan waktu yang biasanya digunakan untuk waktu sekolah sore hari. Salah satunya, adalah mengunjungi lapas anak dan wanita Tangerang, sekaligus berbuka puasa bersama penghuuninya, oleh siswa kelas X atau angkatn Axivic Lunarismosinerati.
Acara ini bertujuan menyambung silaturahmi, mengajak beberapa penghuuni untuk sedikit melepaskan kepenatan selama tinggal di sana. Juga, untuk menambah perasaan kebersamaan dan persaudaraan sesama muslim. Terutama, agar siswa dapat mengambil hikmah dari pengalaman hidup para penghuni lapas, untuk dijadikan pelajaran di kehidupan yang akan dialami di masa mendatang.
Dilaksanakan pada tanggal 5 September, berangkat pukul 16.30 WIB dari kampus MAN Insan Cendekia Serpong menggunakan bus, dan sampai di tempat tujuan kira-kira pukul 5 sore. Kami mendapatkan sambutan yang cukup hangat. Susunan acara yang sudah disiapkan pun dilaksanakan. Dimulai dari sambutan, pembacaan ayat Alquran, dan performance untuk menunggu datangnya adzan maghrib. Setelah berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah, kemudian kani makan malam bersama dengan para penghuni lapas. Kami membentuk lingkaran-lingkaran kecil, agar dapat sharing mengenai pengalaman hidup.
Dari cerita yang saya dapat, kebanyakan kasus yang ada adalah karena masalah obat-obatan. Ada juga yang masuk karena kasus penggelapan uang, bahkan membunuh orang. Orang yang saya ajak berbincang, menceritakan pada saya tentang pengalamannya menggunakan obat-obatan terlarang. Dia menceritakan, bagaimana dia terjerumus dalam penggunaan obat itu karena bujukan dari teman-temannya, apalagi kemauannya untuk mencoba pada waktu itu. Dia juga mengatakan bagaimana dia menyesal atas perbuatannya, dan mengatakan pada saya agar jangan sampai masuk ke perangkap yang sama. Dia juga menceritakan bagaimana perasaannya selama tinggal di sana. Orang-orang yang menghuni lapas, tidak diperkenankan keluar atau pulang sedikitpun selama masa hukuman. Mereka benar-benar harus menghabiskan masa beberapa tahun itu di sana. Penjagaan di sana sangat ketat. Pemeriksaan barang terlarang pun begitu. Bahkan, saat razia, penghuni-penghuni ditelanjangi agar benar-benar terbukti tidak ada yang menyembunyikan benda terlarang seperti telepon seluler.
Setelah selesai makan dan berbincang-bincang, kami berfoto-foto, kemudian kembali ke kampus.
Kunjungan ini, menurut saya adalah pengalaman yang cukup menarik. Saya dapat mengambil kesimpulan dari kunjungan ini. Yaitu, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan berhak mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Kita tidak bisa mengecap seseorang bukan orang yang baik hanya karena kesalahan yang dilakukannyna di masa lalu. Sebelum menunding kesalahan orang, kita harus berkaca terlebih dahulu pada diri kita sendiri.